sejarah sebagai seni
Sejarah sebagai seni
![]() |
| Kenali sejarah sebagai refleksi kehidupan |
ciri sejarah sebagai seni, terdapat :
Intuisi: Intuisi merupakan kemampuan
mengetahui dan memahami sesuatu secara langsung mengenai suatu topik
yang sedang diteliti. Dalam penelitian untuk menentukan sesuatu
sejarawan membutuhkan intuisi dan untuk mendapatkannya ia harus bekerja
keras dengan data yang ada. Seorang sejarawan harus tetap ingat akan
data-datanya, harus dapat membayangkan apa yang sebenarnya terjadi dan
apa yang terjadi sesudahnya. Berbeda dengan seorang seniman jika ingin
menulis mungkin ia akan berjalan-jalan sambil menunggu ilham sebelum
melanjutkan proses kreatifnya.
Emosi: Emosi merupakan luapan perasaan
yang berkembang. Emosi diperlukan guna mewariskan nilai-nilai tertentu
asalkan penulisan itu tetap setia pada fakta. Dengan melibatkan emosi,
mengajak pembaca seakan-akan hadir dan menyaksikan sendiri peristiwa
itu.
Gaya Bahasa: Gaya bahasa merupakan cara
khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan atau
lisan. Gaya bahasa diperlukan sejarawan guna menuliskan sebuah
peristiwa. Gaya bahasa yang baik yaitu yang dapat menggambarkan
detail-detail sejarah secara lugas dan tidak berbelit-belit.
Imajinasi: Imajinasi merupakan daya
pikiran untuk membayangkan kejadian berdasarkan kenyataan atau
pengalaman seseorang (khayalan). Imajinasi diperlukan sejarawan untuk
membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi, serta
apa yang akan terjadi.
dari berbagai ciri tersebut maka tampilah sejarah sebagai suatu jawaban atas keresahan yang panjang yang selalu di cari kebenaranya oleh manusia, sebagai refleksi pengetahuan yang harus di pelajari, agar dalam menyongsong masa depan penuh dengan harapan, sebbagaimana kata-kata Aristoteles,"Impian adalah harapan yang terbagun".....


Komentar
Posting Komentar